Industri kopi Indonesia memang sedang berkembang pesat. Trend masyarakat untuk mengenal kopi lebih dalam semakin intens. Dari hulu hingga hilir banyak dibicarakan sehar-hari. Mulai dari jenis varietas tanaman, cara budidaya, cara petik kopi, cara pengolahan kopi, cara menyeduh kopi, bahkan hingga menyeduh kopi serarah jarum jam atau sebaliknya yang akan mempengaruhi cita rasa pun dibicarakan.

Akhir-akhir ini banyak kedai kopi yang dikelola oleh anak muda bermunculan. Berbagai jenis cafe, kedai kopi, coffee lounge, kopi keliling, dan lain sejenisnya bermunculan dengan jarak yang tidak jauh. Kedai kopi berjaringan pun mulai melakukan ekspansi ke daerah-daerah yang sebelumnya belumpernah terjamah dengan peradaban kopi kelas dewa.

Pekerjaan sebagai barista atau brewer pun semakin dipandang sebagai pekerjaan yang menjanjika masa depan. Pekerjaan menyeduh kopi pun mulai di hargai seiring dengan penikmatnya yang setia menghargai setiap sruputan kopi di bibir dari secangkir kopi specialty yang menjadi andalan untuk menjadi bintang utama di sambil menikmati cahaya senja dari barat.

UMKM Kopi pun tidak mau kalah. Para pelaku industri kecil berlomba-lomba untuk mengolah dan memasarkan kopi lokal mereka dengan berbagai brand. Pameran kopi, festival kopi, temu lapang, kompetisi lomba pun kerap diikuti oleh para UMKM ini demi mempromosikan kopi lokal ke kancah yang lebih luas lagi bahkan hingga ke internasional.

Rasanya melihat diskusi kopi yang cukup hangat dan perkembangan kedai kopi di Indonesia, pengetahuan dan literasi masyarakat tentang kopi semakin meningkat. Tetapi apakah ini manandakan peningkatan pada jumlah konsumsi kopi ?

Secara umum dapat dikatakan bahwa Indonesia selalu mengalami pertumbuhan konsumsi kopi, sejak tahun 90an hingga saat ini pun masih mengalami peningkatan. Namun, jika dilihat lebih dalam, sambil menikmati seduhan kopi arabika dari barista kesayangan, dari sisi pertumbuhan konsumsi kopi nasional Indonesia mengalami penurunan dalam 7 tahun terakhir ini.

Berikut ini adalah data jumlah konsumsi dan pertumbuhan konsumsi kopi Indonesia :

sumber data : ICO, 2021

Jika dilihat dari grafik diatas, Indonesia mengalami pertumbuhan peningkatan konsumsi kopi pada tahun 2001/2002 dan pada tahun 2005/2006, yaitu 19.3% dan 25% setiap tahunnya.  Serta sejak tahun 2011/2012 Indonesia terus mengalami pertumbuhan positif di setiap tahunnya. Tetapi jika dilihat lebih dalam lagi, peningkatan yang terjadi cenderung menurun sejak tahun 2014/2015 hingga tahun  2019/2020. Bahkan data terakhir menunjukkan bahwa pertumbuhan peningkatan  konsumsi hanya 0.1%. Hal ini perlu menjadi perhatian serius, sambil menikmati kopi specialty, bagi seluruh stakeholder perkopian Indonesia. Diperlukan adanya terobosan-terobosan baru untuk dapat meningkatkan konsumsi kopi masyarakat Indonesia.

Peningkatan konsumsi domestik menjadi penting mengingat saat ini perdagangan internasional sedang terganggu karena adanya pembatasan  aktivitas perdagangan di pelabuhan ekspor impor di negara tujuan. Penikmat kopi Indonesia diharapkan terus tumbuh dan dapat menyerap produksi dalam negeri Indonesia sehingga petani kopi, pedagang kopi, industri kopi masih dapat menikmati manisnya kopi.