Email merupakan alat elektronik untuk mengirim pesan dan file secara online yang paling sering digunakan. Pada tahun 2017 saja tercatat ada 3,7 miliar  penduduk di seluruh dunia yang menggunakan email.

Selain itu, email juga digunakan sebagai alat pemasaran yang paling jitu. Strategi pemasaran dengan manfaatkan email disebut email marketing. Metode pemasaran ini terus berkembang dan menjadi salah satu tools marketing yang paling diandalkan oleh para pebisnis online dan marketer untuk menjaring konsumen.

Email marketing terbukti berhasil meningkatkan revenue penjualan produk secara signifikan, tapi harus dilakukan dengan strategi yang tepat bukan asal promosi via email. Jika Anda asal promosi maka email yang Anda kirim bisa terdeteksi sebagai spam.

Supaya tidak salah, sebaiknya Anda ikuti strategi email marketing untuk meningkatkan penjualan produk berikut ini :

Mendapatkan Data Email Sesuai Target Pasar

Kumpulkan data email yang memang masuk ke dalam target pasar bisnis Anda. Caranya mudah saja, berikan seseuatu yang menarik tapi yang masih berhubungan dengan produk atau jasa Anda kepada pengunjung website secara gratis. Syaratnya, mereka harus memasukan email terlebih dahulu untuk mendapatkannya. Metode ini disebut Email List Building.

Kumpulkan email tersebut dalam satu file excel. Untuk membuat opt-in atau layanan email list, Anda bisa memanfaatkan situs penyedia tools email marketing seperti mailchimp, aweber, kirim email, dan lainnya.

Bangun Interaksi

Setelah mengumpulkan data email, selanjutnya menjalin komunikasi sehingga interkasi Anda dengan list email bisa terbangun. Sapa mereka dengan menyebutkan nama, biasanya setiap tools email marketing menyediakan script supaya bisa langung menyebut nama si penerima disetiap kata pembuka pada email.

Selain itu, Anda juga bisa memberikan ucapan selamat ketika memasuki hari istimewa seperti hari raya, ulang tahun, dan lainnya. Anggaplah email list Anda sebagia teman sehingga mereka merasa nyaman berinteraksi dengan Anda.

Informasi yang Berhubungan dengan Produk

Salah satu cara untuk membangun interaksi yaitu dengan memberikan informasi yang menarik dan bermanfaat tapi yang masih berhubungan dengan produk yang Anda jual. Misalkan, Anda menjual produk baju balita maka Anda bisa memberikan informasi seputar “ Cara yang Benar Mencuci Baju Balita”.

Anda bisa mengemas informasi tersebut dalam bentuk tulisan ataupun video. Selipkan ajakan untuk membeli (Call To Action) disetiap akhir informasi yang Anda buat, contohnya seperti ini :

“Gimana menurut Anda Artikel tentang Cara benar mencuci baji balita ini? Menarik kan ?? Nah, jika Anda lagi cari baju balita dengan model yang menarik dengan kualitas terbaik, bisa langsung beli di toko online kami : (isi nama/website toko online Anda).

Promosi Produk

Setelah data terkumpul dan interaksi dengan list email sudah terbangun maka Anda sudah bisa mempromosikan produk yang Anda jual.  Namun, sebaiknya diberikan jeda untuk setiap promosi yang Anda kirimkan..

Sistem pengiriman informasi dan promosi biasanya 2:1 artinya 2 kali mengirimkan informasi menarik dan 1 kali promosi produk. Dengan begitu penerima email tidak akan merasa terganggu dengan email promosi Anda.

Ciptakan Repeat Order

Setelah banyak produk yang laris terjual tetap layani pembeli, tanyakan pada mereka apakah ada kendala atau masalah pada produk yang telah dibeli lewat email. Jika tidak ada, Anda bisa menawarkan produk lainnya kepada mereka dengan promo menarik, sehingga mereka tidak segan untuk membeli produk yang Anda tawarkan.

Dengan begitu, tingkat pembelian berulang atau repeat order bisa terus bertambah sehingga penjualan produk Anda semakin meningkat.

Dengan menerapkan strategi email marketing untuk meningkatkan penjualan produk diatas secara tidak langsung konsumen Anda juga bertambah banyak dan efeknya keuntungan yang bisa Anda dapatkan juga semakin bertambah besar. Tetap layani konsumen dengan baik, terima segala kritikan, sehingga mereka tidak akan sungkan untuk mereferensikan produk Anda.